The art of publishing

Benarkan kita sedang berada di Zaman Batu?

zaman batu adalah sebuah zaman dimana masyarakatnya tidak mengenal besi, hidup secara nomaden (berpindah), kehidupan dimasa itu tergantung pada batu. zaman ini masuk kedalam era prasejarah (nirleka= Nir Tidak ada Leka = Tulisan)

Lucunya, dizaman sekarang, dimana teknologi sudah sangat canggih, kita kembali didatangi lagi oleh zaman batu. saya bahkan sempat merasa geli mendengar istilah zaman batu untuk mengilustrasikan zaman dimana banyak sekali orang yang ingin mencari batu.

Menarik memang, sehebat apa penggemar batu ini menggilai batu sampai sampai zaman modern yang sudah susah payah diperjuangkan banyak orang. berganti nama menjadi zaman batu?

Sebenarnya persoalan batu ini sudah mulai digeluti oleh banyak orang sejak zaman dahulu, biasanya dipakai oleh orang sakti, dukun, dan sebagainya, sebab batu tersebut dipercaya memiliki kekuatan ghaib. tapi kali ini sangat berlebihan, bahkan anak kelas 6 SD saja sudah berbicara tentang batu. *Gawat.

Ternyata, saat ini sudah layak disebut zaman batu, mengapa? Yuk kita kembali mengingat sejarah dan pembagian zaman batu, awalnya, dulu zaman batu ini dibagi menjadi 4 zaman, namun sekaran ada lima, apa saja zaman itu dan seperti apa ciri-cirinya? yuk simak penjelasan dibawah ini :

1. Zaman Batu Tua (Paleolitikum)


  1. Masyarakatnya belum memiliki rasa estetika (disimpulkan dari kapak genggam yang bentuknya tidak beraturan & bertekstur kasar)
  2. Belum dapat bercocok tanam (karena peralatan yang dimiliki belum dapat digunakan untuk menggemburkan tanah).
  3. Memperoleh makanan dengan cara berburu (hewan) dan mengumpulkan makanan (buah-buahan & umbi-umbian).
  4. Hidup nomaden (jika sumber makanan yang ada di daerah tempat tinggal habis, maka masyarakatnya harus pindah ke tempat baru yang memiliki sumber makanan).
  5. Hidup dekat sumber air (mencukupi kebutuhan minum & karena di dekat sumber air ada banyak hewan & tumbuhan yang bisa dimakan).
  6. Hidup berkelompok (untuk melindungi diri dari serangan hewan buas).
  7. Sudah mengenal api (bedasarkan studi perbandingan dengan Zaman Palaeolithikum di China, dimana ditemukan fosil kayu yang ujungnya bekas terbakar di dalam sebuah gua).

2. Zaman Batu Menengah


  1. Sudah mengenal rasa estetika (dilihat dari peralatannya seperti kapak Sumatra, yang bentuknya sudah lebih beraturan dengan tekstur yang lebih halus dibandingkan kapak gengggam pada Zaman Paleolithikum)
  2. Masih belum dapat bercocok tanam (karena peralatan yang ada pada zaman itu masih belum bisa digunakan untuk menggemburkan tanah)
  3. Gundukan Kjokkenmoddinger yang dapat mencapai tinggi tujuh meter dengan diameter tiga puluh meter ini tentu terbentuk dalam waktu lama, sehingga disimpulkan bahwa manusia pada zaman itu mulai tingggal menetap (untuk sementara waktu, ketika makanan habis, maka harus berpindah tempat, seperti pada zaman Palaeolithikum) di tepi pantai.
  4. Peralatan yang ditemukan dari Abris Sous Roche memberi informasi bahwa manusia juga menjadikan gua sebagai tempat tinggal.

3. Zaman Batu Muda


Ciri utama pada zaman batu Muda (neolithikum) adalah alat-alat batu buatan manusia sudah diasah atau dipolis sehingga halus dan indah. Alat-alat yang dihasilkan antara lain:

  1. Kapak persegi, misalnya beliung, pacul, dan torah yang banyak terdapat di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi, Kalimantan,
  2. Kapak batu (kapak persegi berleher) dari Minahasa.
  3. Perhiasan (gelang dan kalung dari batu indah) ditemukan di Jawa,
  4. Pakaian dari kulit kayu
  5. Tembikar (periuk belaga) ditemukan di Sumatera, Jawa, Melolo (Sunda)

4. Budaya Megalith


Antara zaman neolitikum dan zaman logam telah berkembang kebudayaan megalith, yaitu kebudayaan yang menggunakan media batu-batu besar sebagai alatnya, bahkan puncak kebudayaan megalith justru pada zaman logam. Hasil kebudayaan Megalith, antara lain:

  1. Menhir: tugu batu yang dibangun untuk pemujaan terhadap arwah-arwah nenek moyang.
  2. Dolmen: meja batu tempat meletakkan sesaji untuk upacara pemujaan roh nenek moyang
  3. Sarchopagus/keranda atau peti mati (berbentuk lesung bertutup)
  4. Punden berundak: tempat pemujaan bertingkat
  5. Kubur batu: peti mati yang terbuat dari batu besar yang dapat dibuka-tutup
  6. Arca/patung batu: simbol untuk mengungkapkan kepercayaan mereka
Zaman Batu Bacan
Illustrasi : Zaman Batu Bacan

5. Zaman Batu Bacan


Zaman batu yang terakhir dan mungkin akan menjadi penutup Zaman Batu adalah zaman Batu Bacan, adapun ciri ciri zaman batu bacan ini adalah seperti dibawah ini :


  1. Semua orang sibuk mencari batu
  2. Dimulai pada masa pemerintahan Joko Widodo sebagai presiden
  3. Muncul hastag #BatuBacan di Twitter
  4. banyak yang dengan senang hati rela menukar sebongkah batu sebesar jempol dengan uang jutaan rupiah
  5. Muncul berbagai macam nama batu, ada batu bacan, batu akik, panca warna, merah delima, teh, kopi, gula, susu, tepung terigu, minyak goreng, mentega * Lha... Kok kayak resep kue?
  6. Muncul Postingan di www,bg-io.com tentang batu

Itulah sedikit dari banyak sekali ciri ciri zaman batu bacan yang dapat saya informasikan, jika anda yang mau menambahkan silahkan komentari.
Tag : Opini
0 Komentar untuk "Benarkan kita sedang berada di Zaman Batu?"

Adab berkomentar : #1 Dont OOT #2 Jangan Nyepam #Bukan Link Hidup Komentar yang dianggap SPAM akan dihapus secara otomatis

Back To Top