The art of publishing

Gawai nyambut bunga buah (bukti ketergantungan masyarakat adat dengan tembawang)



Masyarakat desa telok pongkal, dusun kepala daak, belum lama ini mengadakan kegiatan Gawai nyamot bunga buah, gawai ini telah ada sejak zaman nenek moyang dahulu,adapun gawai ini, dilakukan setiap adanya bunga buah-buahan alam, seperti tengkawang, durian, rambutan dan lain-lain.

Kegiatan gawai ini menurut kepercayaan warga setempat, biasa diartikan sebagai penolak segala penyakit yang timbul akibat perubahan musim pada saat datangnya buah-buahan ini, dalam pelaksanaannya, akan dibuah sebuah bale-bale di sekitar pokok tengkawang secara simbolis, biasanya, penyakit yang menjangkit warga akan hilang setelah gawai ini, namun jika penyakit tersebut masih tetap ada, atau bahkan menimbulkan kematian, maka pohon tempat membuat bale-bale ini akan di tebang
.
Dalam pelaksanaan gawai ini, akan ada Rancak yang terbuat dari poya sebagai tempat untuk menaruh berbagi macam makanan, seperti sebatang rokok linting, buah pinang, daun sirih, daun sengkubak yang diambil dari tempat keramat. rancak ini ditanam di sekitar bale-bale, kemudian juga akan dibuat patung yang terbuat dari kayu kapuak. dan disekitar patung ini ditanami banyak kayu-kayu kecil membentuk pagar.

kegiatan gawai ini harus ada tuak, babi dan berbagai makanan serta minuman khas setempat, ritualnya diadakan seperti sebuah pesta, dengan musik berasal dari bambu-bambu yang disusun sedikian rupa.

kawan, perhatikan kegiatan mereka, jika poya (sejenis bambu) tidak ada, maka gawai ini tidak akan bisa dilaksanakan, itu contoh kecil, banyak lagi hal-hal yang membuktikan betapa besarnya manfaat alam bagi kehidupan masyarakat terutama masyarakat adat, karena ini akan membuktikan identitas masyarakat adat itu sendiri.

Setelah buah pergi, nanti juga akan ada gawai mulang bunga buah. Seperti apa gawai ini? Mudah - mudahan nanti bg io ada waktu untuk mengabarkan kepada anda semua mengenai acara ini.
Tag : artikel
0 Komentar untuk "Gawai nyambut bunga buah (bukti ketergantungan masyarakat adat dengan tembawang)"

Adab berkomentar : #1 Dont OOT #2 Jangan Nyepam #Bukan Link Hidup Komentar yang dianggap SPAM akan dihapus secara otomatis

Back To Top