The art of publishing

Tolak Caleg Perusak Lingkungan

Dok : Foto oleh Baruni Hendri (galon)
Dari total 14 juta hektar wilayah kalbar, perizinan  usaha sudah mencapai 16 juta hektar. dan parahnya masyarakat tidak tahu bahwa tanah yang dia pijak itu ada Izin Usaha Perusahaan (IUP) nya dan ini data Valid, Fakta dan bukan rekayasa. Lalu siapa yang memberikan ijin kepada perusahaan? kan begitu pertanyaannya.


Jelas, jawabannya pasti pemerintah, entah itu pemerintah daerah atau pemerintah pusat, kita tidak tau, tapi yang jelas, oknum pemberi izinnya itu pasti dari Pemerintah, itu mengambilnya yang 2 juta hektar itu dari mana? luas wilayah hanya 14, ijinnya ada 16, ini kan besar pasak daripada tiang.

Oke, itu telah terjadi, tapi bagaimana langkah kita kedepannya? bagaimana memperjuangkan tanah kita ini? karena bila melihat dari ijin yang ada, kemudian luas wilayahnya berapa, itu dapat kita simpulkan bahwa, TIDAK ADA LAGI TANAH ATAU WILAYAH UNTUK KITA TINGGAL, semuanya sudah menjadi milik Perusahaan, entah itu HTI, Tambang, HPHH, maupun Perkebunan Kelapa Sawit. Termasuk kota Pontianak yang indah ini, sapu rata.

Mungkin kalau menurut saya, Kita cabut saja izinnya. Nah, sekarang pertanyaannya, Bagaimana Mencabut izin perusahaan tersebut? kita berteriak sampai berliurkan darah pun, jika tidak ada kerjasama dari pemerintah, tidak akan bisa. Lalu, apakah pemerintah mau memperjuangkan itu? kalau saya melihatnya sederhana saja. PEMERINTAH (PENJUAL TANAH INI) YANG SEKARANG TIDAK AKAN MAU!

Lalu pantaskah para penjual tanah ini kita beri mandat untuk memimpin Negeri ini? saya tegaskan, APAKAH MASIH PANTAS PARA PENGGADAI HAK KITA ini KITA DUKUNG? apakah mata kita tidak melihat? sudah begitu BODOHnya kah kita?

Atas dasar itulah Koalisi masyarakat sipil pontianak yang terdiri dari SaMPan, Link-Ar, Kontak Rakyat Borneo, WWF Kalimantan barat, Walhi Kalimantan Barat, LPS-AIR, Titian, Jari Borneo Barat, Pervasi, Institut Indonesia Moeda, Lembaga Pedal, Environmental Law Clinic, AGRA, STSD Sambas, STKR, KNPS, FAMKI Sintang, Pontianak Institut, LBBT, GEMPA Fisipol Universitas Tanjungpura, FMN, ESA, AJI, Perkumpulan PENA, dan AMAN melakukan kampanye dengan tema AKSI BERSIH-BERSIH PARLEMEN yang diadakan Minggu(6/4) pada Car Free Day, di Jl. Ayani, Kota Pontianak Kalimantan Barat.

Dengan harapan, kita bisa memilih para pemimpin yang pro rakyat, yang bisa membantu kita, yang membela hak-hak rakyat, bukan sebaliknya malah menggadaikan hak, tanah air, dan identitas kita.

Mari Memilih Pada Tanggal 9 Nanti, Berikan suara anda pada pemimpin yang menurut anda bisa membantu kita dalam mencabut izin usaha perusahaan tersebut, dan peduli pada hak-hak kita sebaga rakyak, SUARA ANDA, MENENTUKAN MASA DEPAN NEGERI INI!


Para peserta car free day membubuhkan tanda tangan pada poster
JANGAN PILIH CALEG PERUSAK LINGKUNGAN

Tag : artikel
0 Komentar untuk "Tolak Caleg Perusak Lingkungan"

Adab berkomentar : #1 Dont OOT #2 Jangan Nyepam #Bukan Link Hidup Komentar yang dianggap SPAM akan dihapus secara otomatis

Back To Top