The art of publishing

Selamatkan Gambut Apabila Tidak Ingin Seperti Riau


Seperti yang kita ketahui, bahwa akhir akhir ini, hampir 5.000 titik api di Riau menghiasi Headline News di beberapa stasiun Televisi. Dan sudah taukah Anda, bahwa penebangan/perambahan hutan gambut, membuat banyaknya kayu kering, dan tentu dampaknya akan berpotensi besar terjadi kebakaran hutan. Karena tanah gambut bersifat fisik mengering tidak balik.

Gambut yang sudah mengering dengan kadar air < 100 % (berdasarkan berat), tidak bisa menyerap air lagi kalau disirami. Gambut yang sudah mengering ini sifatnya sama dengan ranting pohon yang mudah hanyut terbawa air dan mudah terbakar dalam keadaan kering. Gambut yang terbakar, apinya sulit dipadamkan, karena bisa merambat dibawah permukaan tanah.
Foto Dok Sampan Kalimantan
 
*Kalimantan Barat memiliki hutan mangrove (bakau) dengan luas total sekitar 472.385,80 Ha dan tersebar di Kabupaten Sambas dan Bengkayang, 183.777,68 Ha (38,9 %), Kabupaten Pontianak dan Kubu Raya, 178.845,14 Ha (37,86) serta Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara seluas 109.742,98 Ha (23,24 %).  Selain itu, Kalimantan Barat juga memiliki memiliki wilayah lahan rawa gambut seluas 1.748.403 Ha yang tersebar diseluruh Kabupaten dan Kota kecuali Kab. Melawi dengan luasan sebagai berikut Kab. Sambas 70.298 Ha, Kab. Bengkayang 34.714 Ha, Kab. Landak 114.214 Ha, Kab. Pontianak (sebagian besarnya sekarang masuk Kab. Kubu Raya) 383.374 Ha, Kab. Sanggau 89.904 Ha, Kab. Ketapang (sebagiannya masuk ke Kab. Kayong Utara) 627.500 Ha, Kab. Sintang 78.937 Ha, Kab. Kapuas Hulu 322.500 Ha, Kab. Sekadau 6.767 Ha, Kota Pontianak 1.100 Ha dan Kota Singkawang 345 Ha.maka total lahan gambut diwilayah pesisir seluas 1.116.231 Ha (64,53 %) dan wilayah pedalaman seluas 613.422 (35,47 %) .Sumber: Artikel Denny Nurdwiansyah pada kompasiana

Jika kita simak hasil penelitian Badan Penelitian Dan Pengembangan pertanian diatas, secara kasat mata dapat disimpulkan bahwa kebakaran saat ini di Riau adalah akibat dari rusaknya lahan gambut. Kerusakan ini bisa disebabkan oleh kegiatan masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar Lahan Gambut, maupun kegiatan Perusahaan yang secara sengaja mengubah Hutan Gambut menjadi Hutan Sawit maupun Hutan Tanah Kuning eks Pertambangan.

Dengan angka hutan gambut di Kalimantan Barat yang sangat fantastis tersebut, apabila tidak ada upaya pelestarian terhadap hutan gambut ini, maka apabila suatu saat terjadi kebakaran lahan dan hutan akan lebih hebat daripada Riau. dan bencana ini seperti sudah didepan mata, mengingat begitu banyaknya ijin konsesi perusahaan yang berpotensi merusak keberadaan hutan gambut di Kalimantan Barat ini.

Sungguh sangat mengerikan membayangkan dampak dari kerusakan Hutan Gambut ini. Tentunya kita semua berharap agar adanya upaya pemerintah dalam melestarikan keberadaan hutan gambut ini, jika tidak, maka bersiaplah untuk mengungsi.



Tag : artikel
4 Komentar untuk "Selamatkan Gambut Apabila Tidak Ingin Seperti Riau"

Tapi mungkin ga sih lahan gambut terbakar dengan sendirinya? jadi cara supaya lahan gambut nggak terbakar itu gimana? Gimana cara mengenyahkan gambut supaya nggak berbahaya.

jelas tidak mungkin kawan,
ada dua cara bagaimana gambut bisa terbakar, ada yang dari internal, artinya sebab masyarakat baik sengaja maupun tidak sengaja, seperti membakar ladang, putung rokok dsb.
ada juga yang disebabkan oleh eksternal, seperti org suruhan perusahaan dsb. tidak bisah dihilangkan, gambbut kan bawaan alam, keberadaan gambut penting untuk mengurangi efek gas rumah kaca. lestarikan saja.

Adab berkomentar : #1 Dont OOT #2 Jangan Nyepam #Bukan Link Hidup Komentar yang dianggap SPAM akan dihapus secara otomatis

Back To Top