The art of publishing

Seandainya

Seandainya

kau mencinta



kau berteguh hati laksana karang
dalam satu wajah
kau pun terlena runtuh dalam pelukan sang rembulan
dalam satu arah


kau yang terkuat dalam pembelaan
dan kau pun paling rapuh dalam ikatan kasih sayang

kadang aku lihat hal itu hal yang amat ganjil
karena
bagi setiap yang bukan tumpuan hati
kita tak hendak menyerahkan diri
tuk merendahkan hati
bahkan
kita tak segan segan tuk saling menikamkan belati
dengan segala cara
baik atau pun tidak
benar atau pun salah
dan saat kita berhadapan dengan sang kekasih
hati dan fikir pun terbelit mati
dalam kehendak gejolaknya
tuk mewujudkan impiannya
dengan segala cara
baik atau pun tidak
benar atau pun salah

seandainya kekasih sebagai seorang bidadari
tentu kau terbelenggu karena janji janji yang mengikat hasrat
di balik wajah dan warna kulitnya
dan senantiasa minta dilayani dengan sempurna
seandainya dia seorang perjaka
tentu kau terlena dalam pelukannya
pasrah
dalam janji janji yang membelit di balik keperkasaannya
dan tak pernah mau mengalah
bagi kasih sayang atas nama Allah

oh bagaimana agama kan menjadi pemikat
jika hal itu semua masih bercokol dalam dalam
memenjarakan rasa dan jiwa kita
bagaimana cinta kan mampu mengekalkan dirinya
jika janji janji warna gemulai
atau bulu bulu dada 
atau kemegahan kuasa
atau gemerlap pesta
yang menguasai akal manusia

sungguh kiranya andai kau hai sayang
sebagai sosok agama di dalam sukmaku
aku terpaku
terpaksa atau dengan kebebasanku memilih jalan hidup
meraih julang semesta rasa
mengukuhkan sedap mata 
mengabadikan cinta
bahagia
Tag : puisi
0 Komentar untuk "Seandainya"

Adab berkomentar : #1 Dont OOT #2 Jangan Nyepam #Bukan Link Hidup Komentar yang dianggap SPAM akan dihapus secara otomatis

Back To Top