The art of publishing

Alasan Mengapa Piala Dunia 2014 Di Brazil (tidak) Seru

Perhelatan sepak bola dunia setiap 4 tahun sekali  dipastikan akan mendapat perhatian ekstra luar biasa dari para pencinta sepak bola. Itu berarti, lebih dari separuh penduduk dunia dari golongan manusia (mungkin juga JIN dan Setan) menanti perhelatan akbar itu. Bila tidak, lesensi pencinta sepak bola dapat dicabut dari mereka. Bagi mereka yang benar-benar suka pada permainan gila ini, pertandingan antar kampung (tarkam) saja berebut untuk nonton. Malah, saking cintanya mereka pada sepak bola, bila ada pertandingan tarkam dan harus bayar tiket (tetapi bokek). Ada yang nekad masuk tanpa ada tiket dengan cara mengertak para penjaga pintu. Apalagi nonton piala dunia. Beberapa teman saya yang gila bola, sudah ada yang kredit antena khusus persiapan nonton sepak bola.
Meskipun demikian, bagi saya pribadi piala dunia di Brasil terasa tidak seru begitu seru. Tidak seperti perhelatan piala dunia sebelumnya (kecuali di Argentina). Ada beberapa alasan saya kenapa piala dunia di Brasil bulan 6 tahun 2014 ini tidak begitu seru.
Pertama, masalah waktu. Perbedaan waktu yang sangat mencolok antara Brasil dan Amerika Latin lainnya dengan Waktu Indonesia sekitar 12 Jam sangat mempengaruhi kenyaman menyaksikan pertandingan  di Indonesia dan beberapa negara di benua asia.  Bila di Brasil pukul 7 pagi, maka di Indonesia pasti sekitar (kurang lebih) pukul 19 malam. Mending kalau pertandingan pertama di mulai jam 16.00 waktu Brasil. Kita akan menyaksikan  jam 4 pagi WIB. Bila jam segini tidak begitu bermasalah, karena nonton bola jam 4 pagi sudah biasa bagi pencinta sepak bola tanah air. Tetapi bila dimulai Jam 19 waktu Brasil, maka di Indonesai jam 7 pagi. Bagi yang sudah bekerja menjadi masalah tersendiri. Karena harus memilih potong tunjangan dan resiko lainnya termasuk pemecatan di kantor atau milih nonton bola dunia. Ini benar-benar problematik para pekerja di Indonesia. Apalagi yang sudah berkeluarga, jam segitu sebagian harus antar anak sekolah. Kecuali mereka yang sudah level tinggi punya sopir pribadi. Belum lagi mereka yang pelajar dan sekolah tidak libur. Sudah barang tentu tidak bisa nonton siaran langsung, harus menunggu siaran tunda. Perlu dicatat, siaran tunda tidak seseru nonton siaran langsung alias sudah basi.
Selain alasan pekerjaan atau kantoran, masalah waktu atau timing juga mempengaruhi seru tidak seru nonton bola.  Meskipun tidak aktivitas apa-apa,  mana seru nonton bola jam 7 pagi (di pagi hari). Nonton bola yang seru itu jam 16.00 WIB dan malam hari. Tapi kalau nonton di layar TV (apalagi nonton bareng) paling seru pada malam hari. Pagi hari pasti ada yang hilang jika di pagi hari. (Secara pribadi saya sudah merasa ketidakseruan  itu kala piala dunia di Argentina yang waktunya hampir sama dengan di Brasil.
Kedua, bagi kaum muslim, pada saat piala dunia 2014 ini memiliki agenda penting secara ritual yaitu menjalankan ibadah puasa. Biasanya, muslim pada malam hari di bulan puasa memiliki aktivitas ibadah malam yang selalu dijalankan. Misalnya, melaksanakan sholat sunat, tadarusan di musalla-musalla atau mesjid dan sebagainya. Bagi mereka yang gila bola dan juga suka beribadah, hal ini menjadi persoalan tersendiri. Pasti ada gejolak batin. Mau begadang beribadah sampai pagi atau tidak untuk menjaga agar tidak ngantuk pagi hari nonton bola. Ini juga menjadi faktor kenapa bola dunia kali ini menjadi tidak seru.
Ketiga, hak siar dimiliki oleh dua stasiun TV yaitu TV One dan ANTV. Harus diketahui, tidak semua daerah memiliki transmisi untuk kedua stasiun TV itu. Sebagai contoh, di Melawi pada umumnya (tidak semuanya), ANTV tidak bisa dinikmati dengan antena biasa harus dengan antena parabola atau berlangganan.  Itupun menjadi persoalan karena akan diblur alias diacak.  Apalagi harus berbayar, tentu ini menjadi masalah tersendiri. Begitu pula dengan TV One,  dengan antena biasa kualitas gambar umumnya jelek. Kecuali, dalam beberapa bulan ini mereka akan memasang transmisi di daerah-daerah. Atau dengan cara lain, yang mungkin dapat dilakukan. Mudah-mudahan ICAL mendengar ini, apalagi menjelang PILPRES (hehehe ngelantur).
Keempat, hampir dapat dipastikan, piala dunia di Brasil kali ini akan terganggu dengan berita yang tidak mengenakkan. Seperti pengalaman piala antar klub di Brasil beberapa waktu yang lalu. Selain sepakbola juga di sana terjadi kerusuhan. Mungkin saja, para demonstran Brasil akan memblokade tempat bertanding atau hotel-hotel tempat pemain menginap. Bisa jadi jadwal pertandingan yang telah disusun setengah mati itu akan berubah.  Bila demikian FIFA akan membatalkan seluruh pertandingan. Tapi, ini pasti sudah diantisipasi jauh-jauh hari oleh pemerintah Brasil sendiri. Tetapi kemungkinan-kemungkinan itu pasti mungkin saja terjadi. Sehingga membuat piala ini tidak seru.
Kelima, gangguan laten yang harus diwaspadai. Mungkin di daerah lain tidak akan terjadi. Tetapi khusus ng. Pinoh bahaya laten itu sudah sedikit terasa. Saat ini, di Ng. Pinoh tanpa ada pemberitahuan apa-apa tiba-tiba listrik padam. Selama bulan Pebruari 2014 dan mungkin akan berlanjut intensitas pemadam listrik oleh PLN sangat tinggi. Durasinya pun sampai 4-6 jam.  Sungguh ini bahaya laten yang perlu dikhawatirkan. Bisa saja beli ginset untuk menantispasi bahaya laten tersebut, tetapi tidak semua bisa dan itu akan mengeluarkan biaya lagi.
Hal-hal lain termasuk yang berkaitan dengan bencana alam bukan sebuah problematik karena itu adalah musibah di luar jangkauan  kita.
Tag : Opini
0 Komentar untuk "Alasan Mengapa Piala Dunia 2014 Di Brazil (tidak) Seru"

Adab berkomentar : #1 Dont OOT #2 Jangan Nyepam #Bukan Link Hidup Komentar yang dianggap SPAM akan dihapus secara otomatis

Back To Top