The art of publishing

mengapa anda harus tahu, pentingkah rasa ingin tahu itu?

Tadi sore, bg io melakukan rutinitas biasa di Workshop , mau tau rutinitas saya seperti apa? nih bg io beri sedikit gambaran, secara monolog aja ya, dan maaf, kalo terkesan sedikit mengada-ada, tak ada maksud lain kecuali membuat cerita bg io menjadi menyenangkan, karena sungguh, seluruh rutinitas bg io, mungkin hanya orang-orang aneh seperti bg io lah yang betah dan merasa nyaman dengannya. orang normal manapun akan merasa risih dan tak akan betah dengan kebiasaan ala alien ini. begini rutinitas bg io :
jam 4:20 menit bagun, wudhu shalat, selesai solat tidur lagi, jam 7 bagun terus mandi, tidak lupa menggosok gigi, habis mandi kubereskan tempat tidurku, kemudian ambil sapu, menyapu lantai yang tidak kotor. kawan jangan ambil pusing mengapa bg io begitu bersemangat menyapu lantai yang tidak kotor itu. karena jika dikau bertanya pada bg io pun, bg io tidak akan pernah tau apa jawabannya, mungkin kalau ada bos, motifnya bisa jadi cari muka, tapi ini beda, ada atau tidak adanya bos, tetap saja bg io bersemangat membelai lantai yang tidak kotor itu dengan lembutnya ijuk yang tertera tulisan made in china di gagannya itu.
setelah menyapu, jika belum ada pelanggan yang masuk, maka itu adalah nasib baik bagi kampung tengah, karena bengkel mobil angell motor service ini bersebelahan dengan warung bakso bandung yang memang sang empunya asli alumnus sebuah sekolah khusus (entah apa namanya) mencetak para chef hebat, di garut. dengan resep yang bg io nggak ngerti apakah benar berasal dari sana, namun berasal dari manapun, nggak terlalu penting bagi bg io, karena intinya asal bisa kenyang, sejahteralah hidup, terlalu egois, namun ini nggak naif. maka jika belum ada mobil yang masuk bg io akan santai dulu di warung ini, memesan apa saja yang sesuai dengan isi dompet, bukan sesuai dengan keinginan, sebuah lagu lama yang kerap di nyanyikan dengan cara koor oleh perantau yang sedang mengirit, katanya.
oke......tak perlulah bg io menceritakan lebih lanjut tentang itu semua, karena postingan ini hanya butuh cerita bg io sampai di sesi ini saja, kita mulai.
"pagi nan indah, saat bg io terbangun seperti biasa, layaknya sebuah buku yang kemarin dibuka, malamnya ditutup, kemudian hari ini dibuka dihalaman yang sama, dengan huruf yang sama pula, engak ada yang istimewa, semuanya biasa saja. kebenaran, kala itu workshop sedang sepi, jadi santai dulu lah, dan si mamang, begitu penjaga warung bakso bandung itu biasa disapa, entah siapa nama aslinya. sedang bersantai pula dengan asap kretek Dji Sam Soe nya, tapi seketika mamang itu melihat keluar, entah apa yang di lihatnya, sampai dia berbalik kearahku, tersenyum sambil menggeleng-geleng, aku jadi penasaran, mau bertanya. simamang sibuk, ada niat dihati ingin melihat, lantas aku teringat sebuah cerita lucu yang entah dari mana sumbernya, aku lupa, namun bg io masih ingat alur ceritanya dengan jelas, begini ceritanya :

Seorang dokter di rumah sakit jiwa sedang duduk di ruangan kerjanya, sembari menulis laporan dia menatap jendela didepannya. Tiba-tiba muncullah seorang pasien dengan tampang serius, berjalan bak personil militer, pasien ini berjalan mendekati balkon. Sesampainya disana dia menjulurkan kepalanya ke bawah, tangak-tengok, tak lama kemudian pasien itu berbalik arah tersenyum dan mengeleng-gelengkan kepalanya. Sang dokter berfikir “Ada apa sih??”.
Tak lama kemudian muncul pasien ke-2, dengan rambut klimis, berpakaian bak guru, membawa tas hitam oemar bakrie. Seperti halnya pasien pertama, si guru gadungan ini melakukan hal yang sama, kepalanya terjulur melihat-lihat ke bawah balkon, entah dia melihat ke lantai berapa di bawahnya, asik melihat-lihat tak lama kemudian si guru berbalik arah, tersenyum dan mengeleng-gelengkan kepala. Sang dokter berfikir “Walaah.. ada apa sih??”.
Belum sempat si guru pergi, datanglah pasien ketiga, pasien yang lebih akut yang selalu mengira dirinya lampu, dia juga melakukan hal yang sama melihat-lihat kebawah sembari memamerkan giginya (begitulah dia jika menganggap lampunya menyala), tak lama kemudian dia-pun berbalik arah tersenyum (yang ini yakin tersenyum bukan lampunya menyala, karena si lampu sudah memencet hidung nya) dan menggeleng-gelengkan kepalanya kemudian berlalu.
Sang dokter benar-benar dibuat penasaran, dia bangkit dari tempat duduknya, melangkah ke tepian balkon, menjulurkan kepalanya, melihat kebawah, mencari-cari sesuatu yang jadi perhatian ketiga pasiennya. setelah yakin tidak menemukan apa apa, sang dokter berbalik…. tersenyum… dan menggeleng-gelengkan kepalanya.
(Anda membaca tulisan ini, tersenyum dan menggeleng-geleng)
dan sekarang munkin anda tahu mengapa saya tidak mengikuti langkah mamang untuk melihat apa yang dia lihat, namun karena tak tahan, akhirnya melihat juga.............taraaaaaaaaaa..... tak ada apa apa. namun aku hanya tersenyum, tidak menggeleng-geleng, (entahlah, siapa yang tahu)
Aku pernah mendengar sebuah kata bijak, kira kira bunyinya seperti ini
Terlalu banyak tahu itu berbahaya,
tetapi… Terlalu sedikit tahu lebih berbahaya
Jadi jika rasa ingin tahu anda butuh dipuaskan, dan selama itu tidak mengganggu kepentingan orang lain, sebaiknya anda perlu tahu..
Tag : artikel
2 Komentar untuk "mengapa anda harus tahu, pentingkah rasa ingin tahu itu?"

gue cuma geleng, nggak tersenyum

bagus tuh, tapi ada saksinya nggak? hehe

Adab berkomentar : #1 Dont OOT #2 Jangan Nyepam #Bukan Link Hidup Komentar yang dianggap SPAM akan dihapus secara otomatis

Back To Top